Minggu, 12 Januari 2014

Yang Baik untuk yang baik-baik

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (Al-Quran surat Annur ayat 26). Ayat ini bisa menjadi topik panas disaat seseorang ingin mencari pasangan hidupnya.
Agar lebih mudah memahami ayat diatas, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam memberikan kata kunci "hanya pantas, hanya untuk, hanya cocok...dll". "wanita yang keji hanya pantas untuk laki-laki yang keji dan sebaliknya". kata "hanya pantas" disini mengartikan bahwa "tidak mutlak, tidak harus dll". Al-Quran juga memberikan berbagai contoh, diantaranya Firaun yang jahat memiliki istri yang baik, Nabi Luth AS dan Nuh AS yang mendapatkan istri yang khianat dan mendustakan agama yang dipegang oleh suaminya. Hhmm... tidak heran kalau kita lihat disekeliling kita, begitu banyak contoh yang hampir dan bahkan sama dengan itu. Lalu, bagaimana mencerna kata "baik".
Rasurullah saw pernah bersabda yang diriwayatkan oleh At-Tabrani "Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik".
Jadi barometer "baik" itu bisa dilihat dari shalatnya seseorang, karena shalat merupakan cerminan dari kepribadian dan akhlaknya.
Analisa awal akan kategori "baik" itu bukan hanya sekedar berkutak pada tutur sapa yang lembut, pengertian, romantis, supel, senang bercanda, bisa menghapus rasa galau, senang chatting, dikagumi banyak orang, pandai berpuisi, suka memberi hadiah dan nasihat, dewasa, bersahaja apalagi gemar menabung dan hafal Pancasila. hehehe... Ssstt...
Barusan Pak Mario Teguh menelpon dan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pasangan hidup yang terbaik itu jangan dicari tapi dengan cara mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan yang terbaik.
Jadi jangan berharap lebih jika kita sendiri menyadari akan ketidaksiapan. Motivator kondang ini juga menambahkan jika ada seseorang terlanjur mendapatkan yang tidak baik, biasanya itu karena ia memaksakan kehendak dan tidak mau mendengar nasihat.

_______________________
Masih dalam tahap belajar menulis. Mohon kritik saran dari para guru dan para ahli tafsir.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini