Sabtu, 14 Maret 2015

MIRIS, BANYAK PELAJAR JADI KORBAN HOAX


Hoax
Suatu ketika saya mendengar perbincangan beberapa anak didik saat membaca salah satu berita online. Karena penasaran, saya sempat melihat berita apa yang mereka baca, Hhmmm.... ternyata HOAX, akhirnya saya jelaskan maksud dan tujuan Hoax.

Menurut Wikipedia, Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.

Di era serba digital sekarang ini memang banyak beredar Hoax, Spam dan lain sebagainya. Untuk itu, kita selaku user harus lebih berhati-hati dengan jangan terlalu cepat mempercayai suatu pemberitaan apalagi yang menjadi Tranding Topic. 

Media penyebaran Hoax biasanya lebih banyak menyebar di jejaring sosial (FB, Twitter, Whatsapp, BBM, Line, dll) karena tujuan dari pembuatnya yaitu mencari sebanyak-banyaknya orang yang menjadi korban.

Hoax bisa berupa tulisan/pemberitaan, video/film dan foto/gambar. Masih ingat dengan penyebaran video cahaya putih di atas Ka’bah atau ada bayangan putih diantara jamaah shalat di Masjid Haram yang keduanya disebut sebagai malaikat selain itu ada juga video siksa kubur dan lain sebagainya. Video ini sempat menarik simpati dan perhatian kaum Netizen yang didominasi kaum pelajar. Dengan kemajuan teknologi setiap orang dengan mudah membuat atau mengedit video/gambar sehingga terkesan keasliannya.

Dalam bentuk gambar, Hoax biasanya menyampaikan tentang kemunculan hewan aneh/purba, penampakan hantu, testimoni menyesatkan, pembantaian, pornografi, penyesatan agama, kutukan ibu, penemuan tulang raksasa dan lain-lain.

Hoax sudah lama tercipta, pada tahun 90an tentu kita masih ingat dengan selebaran yang berisikan ajakan untuk bertobat, selebaran ini bagus tetapi ia mencatut nama penjaga makan nabi dan barang siapa yang tidak mengcopy dan menyebarkannya maka akan mendapat musibah. Selebaran ini bertujuan untuk menyimpangkan akidah dan condong ke syirik.

Cara termudah mengindikasi suatu pemberitaan adalah sebuah Hoax bisa dilihat dari bahasa yang digunakan penuh dengan provokatif atau memicu emosi (HATI-HATI, BERITA PENTING, WAJIB BACA, BAHAYA, DARURAT, TOLONG SEBARKAN, dll).

Kasus tersebarnya Hoax ini sendiri karena pembaca tidak bisa membedakan mana berita yang benar dan salah, sehingga tanpa ragu plus pengen disebut sebagai pemerhati kaum tertindas, ia langsung mensharingnya melalui akun sosial.

Lalu bagaimana cara mengatasi penyebaran Hoax?

Salah satu trik sederhana yaitu dengan tidak mengaktifkan siapapun yang bisa menandai atau menulis di wall/kronologi akun kita apalagi sekarang banyak beredar penandaan ajakan untuk menginvite PIN BB bergambar wanita seksi J. Dengan begini, kita tidak perlu repot-repot menghabiskan energi untuk menghapus apalagi mencaci “Hoi Gilo, jangan ngetag aku dengan foto-foto cakni”.

Langkah selanjutnya yaitu dengan berlaku arif saat membaca/menonton suatu berita, tabayyunlah, jangan terburu-buru membenarkan dan langsung menyebarkan. Apalagi sekarang situs-situs media online juga senang merilis berita ambigu dan menyuruh kita untuk berimajinasi bebas.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksa-lah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat: 6).

_______________________
Untuk anak didik dan mahasiswaku, dewasalah dalam berteknologi :).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar