Minggu, 15 Maret 2015

Tenggelam Dengan Senyuman

"Seperti orang mau tenggelam, pasti ia akan memegang semua benda disekitarnya. Apapun itu tidak terkecuali kayu berduri dan kotoran".
Itulah sedikit kutipan dari salah satu teman ku ketika berargumen tentang seorang temannya yang dirundung masalah begitu besar.
Ya, begitulah kita kalau diterpa problema yang secara kasat mata sulit terpecahkan. Di tengah kekalutan, kita sulit membedakan mana teman, mana sahabat, sulit mengukur kemurnian hati orang terdekat dan menerima nasihat orang dalam lingkaran.
Di saat berada dalam posisi terdesak, kita sulit berpikir jernih karena logika dan retorika hampir tak bersekat. Di saat mulai terjebak dalam kegalauan, kita cenderung habiskan tenaga mencari pembenaran sebagai hijab phobia dan rasa bersalah.
Cobalah untuk bersabar dan tenang karena itu bukanlah pelarian dan cerminan keputusasaan melainkan satu tuntunan tuhan. Dengan sabar mudah-mudahan akan tercipta kejernihan berpikir, kejelian dalam bertindak dan kearifan mengambil sikap.
Walau pada akhirnya kelak kita tetap akan tenggelam, namun
tenggelam dengan penuh senyuman.
_____________
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah: 153).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar