Senin, 28 September 2015

PENJUAL TEMPE DAN SANG SOSIALITA

CATATAN HATI SI PENJUAL TEMPE

Gadis kecil ku merengek minta mainan
ku gendong ia sambil senandungkan tembang
Dia tetap merengek minta mainan
ku cium berulang pipinya yang tembam

Dia makin berontak, tetap minta mainan
boneka kecil putih berbulu halus di tunjuk-tunjuk
menyisakan pedih karena ku tak mampu berbuat banyak

Dengan berat hati ku dekati
sekedar ingin memuaskan hati
Tapi sang penjual memasang muka masam

Mengertilah aku
manalah mungkin orang kumuh mampu membeli
ku ajak anak ku menjauh,

Kali ini dia menangis
menarik-narik bakul tempe hingga terpental jauh

Mata ku melotot, tak mampu tahan diri
ku pukul pantatnya tanpa ampun
anak ku terisak, matanya sembab
menyisakan pedih yang lebih dalam
dari penolakan si penjual boneka

__________________
SAJAK SANG SOSIALITA

Gadis kecil ku berlarian di lorong-lorong mal
baju merahnya melambai-lambai
serasi sekali dengan kulit putih nya

Aku awasi dia dari kejauhan
gadis kecil ku menarik boneka-boneka yang di suka
dua, tiga macam yang dipilih nya

Dia menoleh sebentar ke arah ku
aku pun mengangguk tersenyum
anakku meloncat kegirangan

Aku tak peduli apa yang dia beli
berapa harga yang terbayar
aku hanya ingin buah hati ku bahagia, bersuka cita

Gadis kecil ku berhenti di sebuah sudut lemari
memperhatikan boneka kecil putih berbulu halus
ku sangka dia akan melemparnya ke troli
tapi aku salah, dibantingnya boneka kembali

Ku dekati dia, bertanya mengapa tidak jadi
tangan mungilnya menunjuk kertas kecil di leher boneka
dan bergumam "terlalu murah Ma"
_________________________
Catatan kecil saat jam kosong, "kadang kita lupa jika derita dan bahagia sama-sama ujian dariNya".

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini