Langsung ke konten utama

Konsep dan Urgensi Pendidikan Pancasila #1

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia memiliki peran fundamental dalam pembentukan karakter bangsa. Pancasila tidak hanya menjadi landasan normatif dalam penyelenggaraan negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun, dalam arus globalisasi, modernisasi, dan derasnya perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius. Fenomena seperti penetrasi budaya asing, hedonisme, individualisme, intoleransi, serta disrupsi teknologi berpotensi menggeser orientasi nilai masyarakat, khususnya generasi muda.

Oleh karena itu, Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi tidak dapat dipandang sekadar sebagai mata kuliah wajib, melainkan merupakan instrumen strategis untuk menanamkan, memperkuat, dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. 

Melalui proses pendidikan yang sistematis, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai kerangka berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah tantangan global.

Konsep Pendidikan Pancasila

Berdasarkan landasan hukum Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pembukaan dan Pasal 31 tentang pendidikan, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud Ristek No. 37 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Pendidikan Pancasila adalah proses pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk menanamkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan individu, masyarakat, dan berbangsa.

Berdasarkan landasan hukum dan definisi di atas, maka pendidikan Pancasila berfungsi sebagai value education (pendidikan nilai), pembentuk karakter kebangsaan, penguat ketahanan ideologi bangsa, panduan etis dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya global.

Ruang Lingkup Materi
  • Sejarah dan kedudukan Pancasila.
  • Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.
  • Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara
  • Relevansi nilai Pancasila dalam kehidupan global.

Urgensi Pendidikan Pancasila
  1. Menghadapi Krisis Moral dan Karakter; Fenomena korupsi, intoleransi, radikalisme, hingga penyalahgunaan teknologi digital menunjukkan rapuhnya karakter kebangsaan. Pendidikan Pancasila hadir sebagai solusi pembentukan moral dan etika generasi muda.
  2. Penguatan Identitas Nasional di Era Globalisasi; Arus budaya global yang bersifat hedonis, individualis, dan materialistis berpotensi melemahkan identitas nasional. Pancasila menjadi filter dan pedoman untuk menjaga keutuhan jati diri bangsa.
  3. Membangun Generasi Emas 2045; Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, diperlukan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan berlandaskan nilai Pancasila.
  4. Relevansi dengan Era Digital; Pendidikan Pancasila membekali mahasiswa dengan literasi digital berbasis nilai etika, keadilan, dan kemanusiaan. Hal ini penting untuk membangun budaya bermedia sosial yang santun, bertanggung jawab, dan berorientasi pada persatuan bangsa.
  5. Relevansi dengan Tantangan Era Digital; Literasi digital berbasis nilai Pancasila, Etika bermedia sosial dan Penguatan moderasi beragama dan toleransi.

Strategi Implementasi Pendidikan Pancasila

  1. Pendekatan Pembelajaran; Menggunakan metode student-centered learning (SCL) dan pendekatan andragogi; Mendorong diskusi, studi kasus, dan problem-based learning terkait isu kebangsaan.
  2. Integrasi dalam Kehidupan Kampus; Nilai Pancasila tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga diintegrasikan dalam kegiatan organisasi, pengabdian masyarakat, dan budaya akademik.
  3. Keteladanan Pendidik; Guru harus menjadi role model dalam pengamalan nilai Pancasila, baik di dalam maupun di luar sekolah.
  4. Pemanfaatan Teknologi; Media digital, e-learning, dan platform interaktif dapat digunakan untuk menyampaikan nilai Pancasila secara lebih menarik dan sesuai dengan karakter generasi Z
Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata kuliah formalitas, tetapi merupakan pilar utama dalam membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, cinta tanah air, dan memiliki daya saing global tanpa kehilangan jati dirinya. Urgensi pendidikan Pancasila semakin menguat seiring tantangan kebangsaan dan globalisasi yang kian kompleks.


Daftar Pustaka
  • Kaelan. (2014). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.
  • Notonagoro. (1975). Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Somantri, N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan Pancasila. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • Permendikbud Ristek No. 37 Tahun 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...