Pagi-pagi terlihat status WhatsApp seorang teman satu angkatan PPG Daljab 2023 yang bertuliskan, “kalau kita baik sama orang, nanti orang juga bakalan baik sama kita, itu bohong.” Kalimatnya singkat, tegas, dan terasa jujur. Menarik, tetapi ada sesuatu yang terasa menganjal. Seolah-olah masalahnya ada pada kebaikannya, padahal yang keliru justru cara kita memaknai kebaikan itu sendiri. Ungkapan “kalau kita baik sama orang, nanti orang akan baik pada kita” memang sering terdengar menenangkan. Namun dalam praktiknya, ungkapan ini kerap melahirkan kekecewaan. Banyak orang sudah berbuat baik dengan tulus, tetapi yang diterima justru pengabaian, bahkan pengkhianatan. Dari pengalaman-pengalaman inilah kemudian muncul kesimpulan: ungkapan tersebut bohong. Padahal, persoalannya bukan pada ajakan berbuat baik, melainkan pada ekspektasi balasan yang diselipkan di dalamnya. Kebaikan diposisikan sebagai transaksi sosial: aku baik padamu, maka kamu seharusnya baik kepadaku. Ketika balasan itu t...
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Teknologi mempermudah akses informasi, memperluas sumber belajar, serta mendukung pembelajaran daring dan blended learning. Namun, kemajuan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan etis, seperti penyalahgunaan media digital, plagiarisme, penyebaran hoaks, hingga menurunnya etika komunikasi di ruang digital. Oleh karena itu, etika pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius. Pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai moral peserta didik. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI harus sejalan dengan prinsip etika dan nilai-nilai Islam agar teknologi benar-benar memberikan manfaat positif. Dalam perspektif Islam, seluruh aktivitas pembelajaran, termasuk pemanf...