Pagi-pagi terlihat status WhatsApp seorang teman satu angkatan PPG Daljab 2023 yang bertuliskan, “kalau kita baik sama orang, nanti orang juga bakalan baik sama kita, itu bohong.” Kalimatnya singkat, tegas, dan terasa jujur. Menarik, tetapi ada sesuatu yang terasa menganjal. Seolah-olah masalahnya ada pada kebaikannya, padahal yang keliru justru cara kita memaknai kebaikan itu sendiri. Ungkapan “kalau kita baik sama orang, nanti orang akan baik pada kita” memang sering terdengar menenangkan. Namun dalam praktiknya, ungkapan ini kerap melahirkan kekecewaan. Banyak orang sudah berbuat baik dengan tulus, tetapi yang diterima justru pengabaian, bahkan pengkhianatan. Dari pengalaman-pengalaman inilah kemudian muncul kesimpulan: ungkapan tersebut bohong. Padahal, persoalannya bukan pada ajakan berbuat baik, melainkan pada ekspektasi balasan yang diselipkan di dalamnya. Kebaikan diposisikan sebagai transaksi sosial: aku baik padamu, maka kamu seharusnya baik kepadaku. Ketika balasan itu t...
Hadapi dengan indah...