Langsung ke konten utama

Belajar dari Khadijah

Satu minggu setelah pernikahan adalah saat-saat tersulit dalam sebuah rumah tangga. Janur kuning telah layu, rumah sudah sunyi sepi, peralatan dapur telah kembali ke tempat penyimpanan semula dan tidak ada lagi berpasang-pasang mata yang antusias melihat kita. Bahkan keluarga dekat sekalipun tidak ada yang banyak bicara, semuanya akan terasa asing dan akan bertambah asing saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah mertua pasca menikah. Jika tidak siap, bisa saja memicu pertengkaran diawal-awal pernikahan.

Saat berada dalam situasi keterasingan itulah, biasanya seorang istri membutuhkan suaminya untuk selalu memperhatikannya, memotivasinya sedangkan sang suami tampak terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya yang tertunda karena sekian lama ditinggalkan demi tahapan-tahapan acara pernikahan.

Saat kita ingin dia selalu berada di sisi, dia ternyata sibuk dengan urusannya sendiri. Belum lagi masalah kontrakan pasca keluar dari rumah mertua dan berbagai hal lainnya.

Apakah memang begitu seorang laki-laki pasca menikah?
Jawabannya adalah "iya", karena dia menginginkan pasangan dengan mudah beradaptasi dengan keluargannya. Dia akan bahagia jika kita tidak cengeng dan sensitif. Dia akan tersenyum sumringah melihat kita bersenda gurau dengan ibunya.

Laki-laki memang berbeda dengan kita, jadi tegarlah, belajarlah untuk menerima bahwa saat dia memilih kita menjadi pasangannya berarti dia percaya bahwa kita mampu menjadi pendamping yang memuliakan dia sebagai seorang pemimpin, pengayom dan bukan sebagai tempat kita berkeluh kesah, mengaduh dan mempermasalahkan hal-hal sepeleh.

Wahai saudariku, tegarlah karena sejatinya laki-laki itu rapuh dan kitalah tempatnya bersandar. Laki-laki itu tidak setegar, segagah kelihatannya dan kitalah tempat dia melabuhkan segala kesah. Ingatlah dibelakang kesuksesan seorang laki-laki, ada perempuan shalehah yang selalu tegar, mendoakan dan memuliakan suaminya.

Jadilah seperti bunda Khadijah binti Khuwailid. Perempuan yang satu-satunya dicinta Rasurullah hingga akhir hayatnya, perempuan yang selalu membuat cemburu istri-istri Rasul lainnya saat Nabi menceritakannya. Satu-satunya perempuan yang memberi Beliau keturunan, perempuan yang pertama kali membenarkan Rasurullah disaat yang lain menyangkalnya.
Perempuan yang di dalam sejarah manapun tidak ada yang menyebutnya lemah, cengeng dan manja.

__________
Untukmu saudariku yang baru menginjakkan kaki dalam berumah tangga. Semoga sedikit memberi kekuatan dalam penggapaian ridhaNya. Aamiin.(Ummi Syifa-Iza)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...