Langsung ke konten utama

Stop mengeluh di jejaring sosial

"Tren Social Media tidak hanya soal menaruh profil atau berkeluh kesah, tapi juga bisa digunakan sebagai media berbagi hal dan informasi yang bermanfaat", Singgih Wandojo

_________________
Sudah fitrah manusia tak luput dari khilaf dan salah, dihimpit oleh beban hidup, ditimpah beranekaragam masalah, rasa ketakutan dan kecemasan. Seba
gai makluk sosial, ia akan meruahkan segala rasa itu pada orang lain yang dianggapnya dapat memberikan solusi dan jalan terbaik.

Lalu, bagaimana kalau ia publikasikan secara luas melalui update status?.

Sebenarnya tidak ada larangan akan itu, selagi tidak melanggar norma-norma yang berlaku dan hukum positif dunia IT. Akan tetapi perlu diperhatikan sebesar apa manfaat dan solusi yang akan kita dapat, jangan sampai segala keluh kesah kita hanyalah menjadi konsumsi/tontonan publik dan muara terumbar aib.

Bisa jadi aib tersebar bukan karena orang lain, tetapi karena kita sendiri yang tidak disadari melalui berbagi status. Jangan sampai isi status kita hanya akan menggiring penilaian orang lain bahwa kita adalah orang yang banyak masalah.

Semoga kutipan kecil di atas dapat sedikit meredam rasa untuk selalu berkeluh kesah apalagi mengumbar aib dan fitnah pada sesama. Mari kita jadikan kemajuan teknologi informasi (Media Sosial) sebagai wahana silaturahim, tempat berbagi ilmu dan informasi yang bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...