Langsung ke konten utama

Bersyukur maka di tambah

Salah satu teman seprofesi bertanya "Apa trik biar cepat dapat anak (keturunan)...?"


Aku tidak langsung menjawab karena kalau dilihat dari segi wawasan dan pengetahuan, dia jauh lebih tinggi dan menguasai. Pikirku mungkin dia hanya bercanda atau ngetest secara tidak langsung.

Akhirnya kujawab saja "triknya cuma satu, HARUS KERAS.., mendengar kata KERAS ia pun langsung t
ertawa tapi sebelum jauh menyimpang aku langsung timpali "maksudnya berusaha keras dan berdoa keras "

Pertanyaan ini mengingatkan ku dengan kejadian serupa beberapa bulan lalu yang menanyakan bagaimana trik biar cepat dapat jodoh yang hanya mampu ku jawab via FB.

Sebagian dan kebanyakan orang memang selalu didera kegalauan akan sesuatu yang belum ia miliki. Apa yang ada jarang disyukuri dan apa yang tiada sering dirisaukan.

Seorang yang jomlo galau akan pasangan, calon pengantin galau akan biaya pernikahan, Suami istri galau akan keturunan, miskin galau akan kekayaan, tamat SMA galau dengan S1, pejalan kaki galau pengen punya motor, ada motor galau bagaimana merubah roda dua jadi roda empat, sudah punya mobil galau akan kuantitas dan kualitas kendaraannya dan lain sebagainya yang tak akan berujung.

Semua itu wajar dan lumrah saja karena sudah sifat manusia memiliki rasa keinginan dan cita-cita. Tetapi akan sangat tidak wajar jikalau kegalauan itu lepas kendali sehingga menghapus habis rasa syukur dengan apa-apa yang telah dimiliki dan dinikmati.

“barang siapa yang bersyukur atas nikmatKu maka akan Ku tambah nikmat baginya beripat ganda dan barang siapa yang ingkar terhadap nikmatKu maka sesungguhnya azabKu sangatlah pedih” (Al Qur’an : Ibrahim ayat 7)
___________________
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bersyukur akan nikmat dan kemudahanNya yang telah kira rasakan selama ini dan yang akan datang. Aamiinn ya Rab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...