Langsung ke konten utama

Tersenyumlah dan Jangan Bosan

Tersenyumlah dan jangan bosan, agar musim gugur berganti semi, malam berganti pagi yang cerah .. dan saat itu, burung gagak yang hitam akan berubah menjadi pekutut yang indah nan merdu kicau dan suaranya.

Tersenyumlah, sebab senyuman akan mencairkan duka nestapa .. dan membangunkan kebahagiaan dari tidurnya.

Tersenyumlah, sebab senyummu pertanda adanya kualitas dan mutu di dunia yang melelahkan ini.

Tersenyumlah, sebab semua duka tidak akan terbaca kecuali melalui senyumanmu.

Tersenyumlah dan jangan halangan dirimu untuk mendapatkan pahala karena engkau telah memasukkan kebahagiaan kepada saudaramu.

Tersenyumlah, dan cukuplah sebagai balasannya, engkau akan mendapatkan senyuman yang lebiih mendalam dan lebih jujur dari orang-orang di sekelilingmu.

Tersenyumlah untuk menyingkirkan duka dari dirimu dan dari orang-orang di sekelilingmu.

Tersenyumlah, sebab bukan engkau satu-satunya yang tertimpa berbagai masalah dalam kehidupan ini.

Tersenyumlah dan jangan bosan, dan tunjukkan kemampuanmu dalam menghadapi kehidupan dengan seluruh kesulitannya.

Tersenyumlah dalam menghadapi berbagai musibah dan jangan bosan, sebab engkau adalah seorang mukmin.

Tersenyumlah, sebab berkeluh kesah bukanlah kepribadianmu, sebab, bagi seorang beriman, segala urusan adalah kebaikan bagimu, dan engkau lebih kuat daripada kelemahan yang terlihat oleh orang-orang di sekelilingmu.

Tersenyumlah dan jangan bosan, dan jadilah orang yang kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Tersenyumlah, sebab senyuman adalah kampus yang telah melahirkan banyak generasi pejuang, dan jadilah teladan saat terjadi kekalahan.

Tersenyumlah dan hadapi gelombang putus asa yang menghadangmu, dan senyumanmu akan lebih kokoh daripada ujian takdir dan jadilah engkau lulusan terbaik dalam ujian ini.

Tersenyumlah, sebab senyumanmu merupakan lambang produktifitas, prinsip orang-orang yang cinta kebaikan, serta karakter orang-orang yang setia

Tersenyumlah, sebab engkau adalah seorang yang bisa tersenyum Ingatlah bahwa senyuman adalah kehidupan setelah kematian oleh duka, dinamika setelah jiwa yang kering, dan betapa banyak derajat orang terangkat oleh senyuman, maka angkatlah derajatmu dengan senyumanmu. Betapa banyak hati terbuka oleh senyuman, kegelapan menjadi terang dan himpitan masalah menjadi terbuka.

Tersenyumlah, sebab ia adalah cara paling mudah untuk menarik simpati dan ia adalah rahasia kreatifitasmu dalam menghimpun banyak muhibbin di sekelilingmu. Harapanku yang paling mendalam, selalu bergembira dan tersenyumlah sepanjang waktu

 ______________
http://www.pks-jaksel.or.id/Article2255.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...