Langsung ke konten utama

ROMANTISASI AGAMIS

"Aku mencintaimu karena Allah", "ya Allah ridhoilah jalinan kasih kami", "ya Allah jagalah pacarku disana" dsb.
Mungkin tak asing lagi kita mendengar/membaca rangkaian kata yang lebih kurang serupa dengan yang diatas.


Ya, biasanya sih kalimat itu sering tertempel pada wall FB remaja intelektual yang lagi kasmaran.

Sayangnya, tidak sedikit hal tersebut hanyalah sebatas retorika indah tanpa realisasi lanjutan khususnya dalam aspek amal perbuatan.

Begitu kontrasnya terlihat jelas pada etika mereka.

Tak terhitung lagi berapa kali bersua serba dua, makan berdua, duduk berdua, jalan berdua, nonton berdua, foto berdua, pegangan tangan berdua (hehe ado yg ngomong klo betigo pulok berarti nak usum, hhmm lah bener pulok), sikok lagi kepalangan kalo janjian nak di gua (gkgkgk...).

Tak terhitung juga berapa rupiah dihabiskan untuk pulsa dalam rangka membangun komunikasi basi (katanya sih silaturrahmi) tapi mengotori hati.

Masalah buat lho?, "tentu tidak...!!!" hahaha jadi teingat dengan iklan obat cacing (combantrin).

Klo dak nak jadi urung yo monggo bin rapopo bin silakan saja, life is a choice dan semuanya bebas memilih tapi setiap pilihan tentu terdapat pertanggungjawaban.

Sekedar memberi saran, mbok ya cari trik laen be selain agamis kalo mau dibilang paling romantis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...