Langsung ke konten utama

SEJARAH; DIUSIK DIKIT PASTI BERISIK


Baru-baru ini teman seprofesi bertanya "mengapa sejarah selalu di usik dan jadi perdebatan?".
Setengah bercanda ku jawab "wajar saja karena jangankan kita, yang menjadi pelaku atau mereka terlibat langsung dalam sejarah saja pasti mengemukakan pendapat yang berbeda".

Hal itu sangatlah lumrah karena sejarah ibarat mata uang yang memiliki 2 sisi bertolak belakang dan masing-masing sisi melahirkan opini yang tidak dapat dipisahkan.

Perdebatan sejarah apapun itu baik organisasi, lembaga atau mungkin negara sekalipun pasti tidak akan habis-habisnya. Sakin sensitifnya semakin diusik akan makin berisik.

Memang, selain mengetahui asal usul, dengan mempelajari sejarah kita akan mengetahui dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi orang terdahulu yang belum terealisasikan.

Dengan mempelajari sejarah (terdapat distorsi atau tidak), kita akan mengetahui peradaban kehidupan masa lalu, sehingga jika ada keburukan/kekurangan dikala itu dapat dibenahi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing karena tiap pelaku sejarah tidak ada yang bisa luput dari khilaf dan salah.

Tujuan menggali sejarah sangatlah mulia, minimal dapat menjadi rambu dalam melangkah demi kemajuan bersama. Tapi jika yang terjadi bakalan sebaliknya, mari kita jadikan saja sejarah sebagai guru terbaik, titik tak berkoma.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...