Langsung ke konten utama

Just Wait and See

Pulang sekolah hari itu Putri tertua ku berkata kalau besok siang dia akan belajar kelompok.
"Sudah diputuskan mi, belajar nya di rumah kita, karena rumah kita yang paling dekat dengan sekolah " kata nya dengan semangat
Dengan sedikit mengernyit aku menimpali
" keputusan siapa yuk?"
" Umi..., yang lain rumah nya jauh semua. kita sudah janjian pulang sekolah besok kumpul lagi di sekolah jam 2, terus baru bareng-bareng ke rumah kita".
Dengan masih keheranan ku tanya lagi
" belajar kelompok buat apa yuk, orang tua nya setuju?, gak usah dulu lah yuk, umi aja yang bantu buat tugas nya"
Karena baru kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah atau setara SD belajar kelompok masih terasa mengagetkan bagi umi muda seperti saya, apa iya orang tua nya setuju anak-anak mereka belajar kelompok karena sekolah saja mereka masih diantar jemput.
Dengan cepat si ayuk menjawab
" Ya minta izin dulu lah mi sama orang tua, tugas nya tu buat kliping hewan mamalia, umi tau gak apa mamalia, mamalia itu hewan yang menyusui anak nya. Umi tau gak kliping itu kayak gimana. Kata Bu guru dijilid, dikasih kertas warna terus diketik" Si ayuk nyerocos
" iya yuk tau..." timpal ku
" Tau darimana? Umi kan jurusannya Bahasa Inggris"
Mendengar itu aku cuma ketawa
" Mi pinjem HP ya, mau cari di google tentang kliping" teriaknya dari kamar
Ternyata si Ayuk tidak yakin umi nya tau hewan mamalia dan bagaimana bentuk kliping...
Abi yang dari tadi menyimak pembicaraan kami jadi ikutan nimbrung
" biarin aja mi, jangan rusak momen pertamanya membuat kliping dan belajar kelompok, biarlah dia berproses secara alami dan menemukan sendiri apa yang seharusnya dia pelajari, just wait and See..."
Aku pun mengangguk setuju...
Terkadang orang tua merasa serba bisa sehingga tidak sadar membuat anak tidak mandiri dan selalu bergantung pada orang tua....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...