Langsung ke konten utama

Postingan

BELAJAR DARI SITI HAJAR

Nun berabad lampau, seorang perempuan yang dinikahi oleh Nabi Ibrahim as tanpa banyak bicara mengiyakan saat suaminya meninggalkannya di sebuah tanah tandus nan kering kerontang bersama bayi yang baru dilahirkan. Tanpa rumah, tanpa penerangan, tanpa air, tanpa makanan. Sang nabi hanya membekalinya dengan suatu keyakinan bahwa Sang pemilik hidup akan memberikan kemurahan pada hambaNya yang dekat dan berserah diri. ___________ Wahai saudariku... Bisakah kita bayangkan seandainya perempuan itu adalah kita. Bisakah kita terima saat sang suami meninggalkan kita sendirian di tanah tandus dan tak berpenghuni. Bisakah kita setegar Siti Hajar saat tidak ada apa-apa untuk dimakan, tidak ada siapa-siapa tempat mengadu. Tidak ada rumah yang nyaman untuk tempat berteduh. Hanya Siti Hajar yang mungkin bisa seperti itu. Bandingkan dengan kita yang selalu mengeluh. Mengeluhkan keadaan, mengeluhkan "maisyah" yang diberikan suami, mengeluhkan mengapa tidak bisa seperti ini, seperti itu, seper...

DIALOG EDUKASI PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP AKSI KRIMINALITAS DI KABUPATEN OGAN ILIR

Indralaya, 22 Mei 2014 Fenomena kehidupan saat ini sangat beragam dan pastinya menarik untuk dicermati, salah satunya adalah fenomena dekadensi moral. Di era globalisasi saat ini banyak budaya dari luar baik itu yang positif atau negatif masuk. Budaya ini secara otomatis mempengaruhi moral dan perilaku masyarakat dan bisa mengarah ke arah yang dapat menimbulkan penyimpangan (dekadensi moral) dan tindak kriminalitas di kalangan umat manusia sehingga dekadensi moral sudah menjadi hal umum yang ada di tengah masyarakat dunia sekarang. Berbagai penyimpangan norma-norma agama, adat istiadat dan hukum banyak terjadi bukan hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah ke pelosok kabupaten/kota tidak terkecuali di kabupaten Ogan Ilir. Penyimpangan-penyimpangan ini diantaranya kenakalan remaja, tindakan asusila (pelecehan seksual, pemerkosaan dan pencabulan), tindak kriminalitas (perampokan, pembunuhan, penjabretan, pencurian dan lain-lain), pesta minuman keras, perjud...

YOUR MOUTH IS YOUR TIGER

S eorang teman dengan berapi-api mengadukan masalahnya. Dia merasa terhina karena dipermalukan di depan orang banyak oleh seorang ibu yang bergelar "Hajjah" dan cukup terpandang didaerahnya. Kejadiannya bermula saat dia menjadi panitia suatu perayaan pernikahan. Sang teman tadi melakukan kesalahan sepeleh. Hanya soal menyusun lalapan di piring prasmanan. Sang hajjah yang kebetulan koordinator konsumsi marah karena merasa susunannya tidak sesuai dan sayur rebusnya terlalu matang. Sang teman tadi merasa begitu sedih karena dimaki-maki depan orang banyak dengan kata-kata pedas yang seharusnya tidak keluar dari mulut seseorang yang pernah bertamu ke rumah Allah. Saking sakit hatinya, dia langsung pulang sebelum perayaan itu berakhir. Saya tidak kaget mendengar cerita itu, karena hal demikian sering terjadi di lingkungan masyarakat kita. Tak jarang kita mendengar komentar-komentar orang tentang si A yang katanya hafal Al-Quran kok kalau marah mulutnya pedas se...

NOTHING WRONG OF BEING VILLAGER

Beberapa awktu yang lalu seorang sepupuh menelponku. Ia menanyakan kabar dan kegiatan ku sekarang. Kami bertukar informasi tentang keluarga dan anak-anak. Dari ceritanya baru ku ketahui kalau dia tinggal terpisah dengan suaminya yang yang harus pindah tugas ke daerah. Dia hanya tinggal bertiga dengan anak-anaknya sementara suaminya hanya seminggu sekali berkunjung . Mengingat profesinya yang seorang PNS, saya tanya mengapa tidak ikut mutasi ke tempat suaminya. Dia menolak dengan tegas dengan alasan utamanya karena gaji di daera jauh lebih rendah dari ibu kota provinsi. "biaya sekolah si sulung saja sudah sekian di tambah harus menghentikan kegiatan-kegiatannya yang seabrek, ikut les ini, kursus itu dan sekolahnya yang termasuk sekolah elit, rasanya tidak mungkin untuk meninggalkan itu semua" pungkasnya. Memang ada benarnya apalagi kalau sudah terbiasa dengan gaya hidup di kota. Tentulah keberatan kalau harus pindah ke kota kecil atau bahkan desa. Memecah ...

Pengawas UN

Hari kedua istri bertugas jadi pengawas UN di salah satu madrasah negeri desa tetangga. MTQ Lahat 2025 Seperti biasa, sang bidadari selalu minta diantar-jemput, hhmmm.... maklumlah walaupun tergolong dekat namun lokasi yang dituju cukup merepotkan atau jangan-jangan aplikasikan prinsip ekonomi mengalibikan hemat waktu dan tenaga, hehehe.... (cupp...dak sah dibahas...:)) Tapi pagi ini sedikit berbeda dibandingk an kemarin, mulai keluar rumah begitu banyak yang menyapa. Anak kecil sampai orang tua, pelajar sampai mahasiswa, pejalan kaki sampai berkendara bahkan ada satu yang berprofesi preman pasar. Tak ayal, klakson motor buntut selalu dibunyikan. Ummi: yang tadi tu siapo Bi..? Abi: oh... itu murid aku di SD (selang beberapa meter....) Ummi: klo yang tadi siapo? Abi: nah... klo yang tadi Abi lupo namonyo, hehehe.. nah...yang barusan tadi preman pasar...gkgkgkg... Ummi: oh pantesan penampilannyo cak gaul nian... (sambil mengencangkan pegangan tangan dipinggang) Abi...

Supernova

"Ia harus berani menghadapi masalah ini, kalaupun hancur pasti ada banyak hikmahnya" Itulah sedikit komentar temanku terkait permasalahan temannya.Terlepas dari maksud yang lain, saya nyakin ungkapan itu menggambarkan sikap perhatian dan kasih sayang yang begitu dalam. Saya jadi teringat dengan ledakan dahsyat suatu bintang yang merubah tatanan galaksi (Supernova). Tetapi ada yang menarik dari ledakan yang menandakan berakhirnya bintang ini, sebelum hancur berkeping-keping dan menjadi debu, ia masih sempat memancarkan cahaya yang berjuta kali lipat cahaya selama masa hidupnya sehingga dapat menerangi satu galaksi bahkan mungkin lebih. Sebelum dan setelah kehancurannya, ia menyumbangkan energi yang besar bagi sekitar dan dapat merubah susunan bintang-bintang baru yang lebih stabil dan teratur. Tidak dipungkiri, terkadang memang susah ketika kita berhadapan dengan satu masalah yang mungkin terberat dalam hidup. Hanya teriakan yang terdengar disaat berbagai usaha telah ...

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...