Langsung ke konten utama

Itulah Mengapa Surga di Telapak Kakimu


Salah seorang teman perempuan yang masih lajang, bertanya pada Kyi di pondok kami, tentang betapa sulitnya dia menemukan pasangan hidup yang cocok dan sesuai dengan kriteria yang diidamkan.

Sang Kyai menasehatinya untuk tidak banyak memilih dalam urusan jodoh. Jika merasa orang itu baik maka mantapkanlah niat mu, jangan terpengaruh dengan masalah fisik atau finansial. Si teman tadi beragumen bahwa dia ingin mencari laki-laki yang sholeh, yang lebih baik dari dia, yang bisa membimbingnya terutama dalam hal agama agar nanti anak keturunannya bisa jadi sholeh/sholehah.

Kyai tersenyum sambil mengangguk-angguk lalu berujar “jangan salah yang menentukan seorang anak itu jadi baik atau tidak adalah ibunya bukan bapaknya. Memang ada andil si bapak tapi peranan ibu jauh lebih besar, percaya tidak? lontarya.

Aku yang dari tadi terdiam mendengarkan jadi terusik “kenapa bisa begitu Kyai?, bukannya ada pepatah yang mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya dan itu biasanya dikaitkan pada sang bapak bukan ibu”.

“Mari kita belajar dari sejarah, kita mulai dari nabi Nuh. Ketika terjadi tsunami dahsyat yang menghancurkan kaumnya, beliau tidak bisa menyelamatkan anak dan istrinya. Nabi Nuh tidak bisa menjadikan anaknya sendiri beriman kepada Allah. Kenapa?, karena ibunya adalah istri yang durhaka”.

“Kita lihat lagi kisah nabi Luth. Karena istrinya pengikut kaum Sodom (penyuka sesama jenis), anaknya pun tidak beriman dan menjadi pengikut kaum seperti ibunya. Sedangkan nabi Musa, nabi yang menjadi anak angkat Fir’aun, sang raja yang zhalim dan menganggap dirinya tuhan. Walau dibesarkan dalam dan oleh keluarga Fir’aun, beliau kemudian diangkat menjadi Nabi karena sang ibu angkat “Siti Aisyah” adalah perempuan yang taat pada Allah”.

“Ada kisah lain tentang nabi Ismail yang hidupnya lebih banyak dihabiskan bersama sang ibu Siti Hajar. Karena bapaknya nabi Ibrahim mengasingkan mereka ke lembah Makkah yang tandus. Tapi hal itu tidak mengurangi keshalihan nabi Ismail, As. Selanjutnya kisah nabi Isa, As yang dilahirkan tanpa bapak, tapi beliau diangkat Allah swt menjadi nabi berkat sang ibu (Siti Maryam) perempuan suci nan sholehah”.
“Jadi kesimpulannya, untuk mendapatkan keturunan yang baik itu maka baikkanlah dulu ibunya. Karena waktu anak lebih banyak dihabiskan bersama seorang ibu ketimbang bapaknya”.

Penjelasan Kyai yang panjang lebar itu cukup menyentakkan pikiranku. Karena aku merasa belum maksimal menjadi ibu sholehah untuk anak-anak ku.

Terbayang wajah anak-anakku yang akan mewarisi ajaran dan didikan dari ku. Ada rasa sesal saat ku ingat begitu banyak kesalahan yang aku perbuat pada mereka. Termasuk begitu banyak dosa dan kesalahan-kesalahanku yang mungkin nantinya secara tidak langsung akan berpengaruh pada perkembangan jiwa anak-anak ku. Astagfirullahal adzim.... mudah-mudahan belum terlambat untuk memperbaiki diri.
Ini mungkin sedikit pelajaran untuk kita para ibu, agar berhati-hati dalam menjaga amanah Allah ini. Jangan sampai kesibukan kita mengejar duniawi, melalaikan kita dari tugas utama sebagai seorang ibu, seorang pendidik dan pengasuh bagi anak-anak kita. Karena surga itu di bawah telapak kaki mu, bukan suami apalagi baby sitter mu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...