Langsung ke konten utama

Yang Baik untuk yang baik-baik

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (Al-Quran surat Annur ayat 26). Ayat ini bisa menjadi topik panas disaat seseorang ingin mencari pasangan hidupnya.
Agar lebih mudah memahami ayat diatas, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam memberikan kata kunci "hanya pantas, hanya untuk, hanya cocok...dll". "wanita yang keji hanya pantas untuk laki-laki yang keji dan sebaliknya". kata "hanya pantas" disini mengartikan bahwa "tidak mutlak, tidak harus dll". Al-Quran juga memberikan berbagai contoh, diantaranya Firaun yang jahat memiliki istri yang baik, Nabi Luth AS dan Nuh AS yang mendapatkan istri yang khianat dan mendustakan agama yang dipegang oleh suaminya. Hhmm... tidak heran kalau kita lihat disekeliling kita, begitu banyak contoh yang hampir dan bahkan sama dengan itu. Lalu, bagaimana mencerna kata "baik".
Rasurullah saw pernah bersabda yang diriwayatkan oleh At-Tabrani "Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik".
Jadi barometer "baik" itu bisa dilihat dari shalatnya seseorang, karena shalat merupakan cerminan dari kepribadian dan akhlaknya.
Analisa awal akan kategori "baik" itu bukan hanya sekedar berkutak pada tutur sapa yang lembut, pengertian, romantis, supel, senang bercanda, bisa menghapus rasa galau, senang chatting, dikagumi banyak orang, pandai berpuisi, suka memberi hadiah dan nasihat, dewasa, bersahaja apalagi gemar menabung dan hafal Pancasila. hehehe... Ssstt...
Barusan Pak Mario Teguh menelpon dan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pasangan hidup yang terbaik itu jangan dicari tapi dengan cara mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan yang terbaik.
Jadi jangan berharap lebih jika kita sendiri menyadari akan ketidaksiapan. Motivator kondang ini juga menambahkan jika ada seseorang terlanjur mendapatkan yang tidak baik, biasanya itu karena ia memaksakan kehendak dan tidak mau mendengar nasihat.

_______________________
Masih dalam tahap belajar menulis. Mohon kritik saran dari para guru dan para ahli tafsir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...