Minggu, 23 Maret 2014

ketika logistik mengalahkan logika

Pergeseran budaya dalam dunia pendidikan tampaknya sudah mencapai ambang mengkhawatirkan.

Hal ini bukan tidak beralasan jika dilihat dari stagnannya prestasi siswa dan mahasiswa yang merupakan cerminan profesionalitas kinerja dari seorang tenaga pendidik dan lembaga pendidikan.

Kebanyakan guru dan dosen cenderung lebih memilih posisi aman dan nyaman di jalan pragmatik apalagi disaat mereka sudah menikmati berbagai fasilitas seperti pengangkatan, fungsional dan sertifikasi guru/dosen yang sejatinya sebagai stimulan kreatifitas dan pembaharuan disiplin keilmuan.

Ujung-ujungnya era globalisasi dunia dijadikan kambing hitam dan bersembunyi dibalik efek negatif dunia cyber dikala membahas faktor-faktor dekadensi moral pemuda dan pelajar apalagi jika ada case-case menasional.

Beginilah kalau kita lebih mengedepankan dan mementingkan logistik ketimbang logika. Wallahua'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Enam Tahun Kemudian...

Waktu berlari tanpa kompromi, meninggalkan jejak yang tak selalu kasat, namun terasa di relung hati. Enam tahun mungkin terdengar singkat, t...