Langsung ke konten utama

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan.

Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan.

"Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak"

masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi".

Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000).

Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk paling males belajar matematika apalagi bahas peluang dan logaritma, ujung-ujungnyo harus ikhlas mendapat nilai paling buncit .

Mari kita orek-orek dikit ya, hehehe berhubung sudah belasan tahun memory peluang terbenam di otak, jadi kalo ado salah mohon dikoreksi.

2 angka (puluhan)
kemungkinan keluar angka pertama bisa jadi angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, atau 9 (total ada 10 kemungkinan).
karena bisa keluar angka kembar jadi kemungkinan keluar angka yang kedua sama seperti angka pertama (total ada 10 kemungkinan juga)
>> jadi akan ada 100 kemungkinan susunan 2 angka yang akan terjadi, misalnya 01, 02, 03.....91, 92,..99. klo dak salah rumusnyo f(X).

Hhmmm.... jadi solusi nak menang pasang nomor tu mudah, pasanglah 100 kemungkinan tadi, tp masalahnya sekali pasang kita harus membayar Rp. 1.000,- total uang yang harus dikeluarkan berarti Rp.100.000,- dan kalau menang dapat Rp. 60.000 (kesimpulannya rugi 40.000 itupun kalau tidak dipotong pajak).

itu tadi untuk 2 angka yang kemungkinan menangnya hanya 1%, sedangkan untuk 3 angka persentase menangnya akan bertambah kecil 0,1% apalagi 4 angka hanya 0,001%.

jadi kesimpulan dari kesimpulannyo, dak mungkin nak kayo dari menang nomor, terlepas dari melanggar norma agama dan hukum. Matematikapun merekomendasikan pasti bakalan rugi.

____________
Terima kasih guru atas semua ilmu (pelita) yang engkau berikan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Perkerjaan Mahasiswa

Halaman ini menampilkan kumpulan hasil pekerjaan mahasiswa Mata Kuliah Pembelajaran Berbasis Teknologi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Quran Al-Ittifaqiah (UQI) sebagai wujud proses pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman konseptual, keterampilan praktis, serta kemampuan pemecahan masalah. Setiap karya yang ditampilkan merupakan luaran dari berbagai mata kuliah, proyek kolaboratif, maupun tugas akhir yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan mutakhir. Melalui publikasi ini, program studi berharap masyarakat, calon mahasiswa, alumni, dan mitra dapat melihat gambaran nyata capaian pembelajaran mahasiswa, kreativitas yang berkembang selama studi, serta kualitas pembimbingan akademik yang diberikan. Kami menyadari bahwa setiap karya masih dapat terus disempurnakan. Oleh karena itu, masukan dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang. Selamat menikmati ka...

Lokak

Kata yang sangat akrab di telinga orang Sumsel, khususnya bagi pribuminya. Kata ini juga akan terasa dekat maknanya bagi semua orang yang telah bermigrasi ke wilayah ini dan lama berbaur dalam kehidupan penduduk asli Sumsel. "Ado lokak dak?”, kalimat ini sering terdengar dari orang-orang yang membutuhkan pekerjaan atau uang dengan beragam gaya pengucapan sesuai dengan bahasa ibunya masing-masing. Di lain kesempatan, sering juga terdengar dari seorang yang memiliki informasi atau memiliki peluang yang terungkap dalam kalimat “Nak lokak dak!”. Menurut Drs. Saudi Berlian, M.Si. salah seorang pemerhati budaya Sumsel, awalnya kata “lokak” berasal dari kata “Loka” yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti peluang. Dari kacamata sosiologi bahasa, bila kata ini lebih sering diungkapkan oleh orang yang berpunya atau paling tidak mempunyai informasi dengan ungkapan “Nak lokak dak?”, maka bermakna kepedulian terhadap orang yang membutuhkan. Pada saat yang sama hal...