Langsung ke konten utama

PENJUAL TEMPE DAN SANG SOSIALITA

CATATAN HATI SI PENJUAL TEMPE

Gadis kecil ku merengek minta mainan
ku gendong ia sambil senandungkan tembang
Dia tetap merengek minta mainan
ku cium berulang pipinya yang tembam

Dia makin berontak, tetap minta mainan
boneka kecil putih berbulu halus di tunjuk-tunjuk
menyisakan pedih karena ku tak mampu berbuat banyak

Dengan berat hati ku dekati
sekedar ingin memuaskan hati
Tapi sang penjual memasang muka masam

Mengertilah aku
manalah mungkin orang kumuh mampu membeli
ku ajak anak ku menjauh,

Kali ini dia menangis
menarik-narik bakul tempe hingga terpental jauh

Mata ku melotot, tak mampu tahan diri
ku pukul pantatnya tanpa ampun
anak ku terisak, matanya sembab
menyisakan pedih yang lebih dalam
dari penolakan si penjual boneka

__________________
SAJAK SANG SOSIALITA

Gadis kecil ku berlarian di lorong-lorong mal
baju merahnya melambai-lambai
serasi sekali dengan kulit putih nya

Aku awasi dia dari kejauhan
gadis kecil ku menarik boneka-boneka yang di suka
dua, tiga macam yang dipilih nya

Dia menoleh sebentar ke arah ku
aku pun mengangguk tersenyum
anakku meloncat kegirangan

Aku tak peduli apa yang dia beli
berapa harga yang terbayar
aku hanya ingin buah hati ku bahagia, bersuka cita

Gadis kecil ku berhenti di sebuah sudut lemari
memperhatikan boneka kecil putih berbulu halus
ku sangka dia akan melemparnya ke troli
tapi aku salah, dibantingnya boneka kembali

Ku dekati dia, bertanya mengapa tidak jadi
tangan mungilnya menunjuk kertas kecil di leher boneka
dan bergumam "terlalu murah Ma"
_________________________
Catatan kecil saat jam kosong, "kadang kita lupa jika derita dan bahagia sama-sama ujian dariNya".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...