Langsung ke konten utama

Pesan Tuhan Dalam Foto Kenangan

Ada yang bilang, untuk apa kamu banyak tulis sedangkan belum tentu satu atau dua orang yang baca?, hehehe pertanyaan klasik dan terpaksa dijawab dengan jawaban klasik pula.

Ok, kita mulai dari huruf A saja sesuai dengan alphabet …. Oooppsss….

Kita mulai dari Basmalah biar berkah.

Untuk apa menulis toh ngak ada yang baca, dan kalaupun ada terus apa pengaruhnya?

Iya memang benar, kalau kita lihat dari sisi itu tetapi menulis adalah sebuah seni yang tercantum didalamnya banyak segmen. Saat ingin memulai menulis tentu kita akan sempat terhenyu, bingung bahkan linglung mau tulis apa. Ya itulah seninya.

Ketika mulai satu bait, keadaan yang sama pasti menghampiri. Ya itulah seninya, sama seperti Deidara yang mengganggap ledakan adalah seni yang indah. Sementara kebanyakan orang menjudge negatif.

Jadi intinya untuk apa menulis, jawab saja bukan untuk apa-apa.

Contohnya hari ini tak sengaja membuka album foto lama, hhhmmmm…. Album virtual di dalam google drive J.

Tiap momen yang dijepret, gambarkan perjalanan waktu sekaligus ukir sejarah. Karir, cita, cinta, pertemanan, bahkan sampai pada prinsip hidup.

Saat memandangnya, ada yang membuat kerutan 3 lapis di kening, kadang membuat tersengih, ada juga membawa ke dimensi sedih, tawa dan masih banyak lagi yang tak dapat dinarasikan.

Ya, begitulah sejarah yang melukiskan cerita dalam sebuah foto.

Detik menjadi menit, menit terkalkulasi menjadi jam.

Bolak-balik dari folder satu ke folder lainnya, Astagfirullahaladzim, baru sadar, saya bukan melihat deretan foto usang, melainkan sebuah karunia tak terhingga dari sang pencipta. Tak terhingga dan tak terhingga.

Bisa melihat foto-foto ini pun adalah nikmat luar biasa, nikmat hidup, nikmat sehat dan banyak lagi.

Jadi malu dengan keadaan sekarang yang banyak meninggalkan ibadah, meremehkan dzikir dan doa. Melambatkan shalat, tak pandai menjaga hati dan masih banyak lagi L

Akan tetapi nikmatMu tetap diturunkan kepada insan yang berpeluh dosa ini.

“maka, nikmat yang mana lagi yang kau dustakan”.

Astagfirullahaladzim. Memang akhir-akhir ini terasa begitu jauh dariNya. Alhamdulillah wasyukurillah, puji syukur kepadaMu ya Rabb, telah mengingatkan melalui sebuah foto kenangan.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.


________________

Maaf, walaupun sekedar bukukan pengalaman pribadi, semoga menjadi pengingat bagi kita semua.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...