Langsung ke konten utama

Self Reflection

Ada beberapa guru yang hadirnya membekas di hati 
Ada yang biasa saja, berlalu tanpa kesan.
Ada juga yang petuah nya selalu membayangi langkah
Namun tak sedikit pula yang menorehkan luka...😊
Guru hanyalah manusia biasa
Yang kadang khilaf, salah, lupa....
Apalagi guru honorer nun di pelosok sana
Yang keberadaan nya terlihat begitu penting tapi termarjinalkan.
Masalah ekonomi, keluarga, kadang terbawa hingga sekolah.

Beberapa orang mencibir saat  memutuskan mengambil FKIP kala kuliah, bahkan terlihat tatapan kecewa guru- guru SMA untuk mereka yang diterima kuliah keguruan
Entah apa yang ada di benaknya mungkin berharap anak didiknya bisa menjadi "lebih" dari mereka.

Menjadi guru bukan impian siapapun sepertinya
Makanya  guru adalah pilihan cadangan saat tes masuk kuliah.
Karena di republik ini, guru adalah profesi biasa, yang tak menjanjikan jadi kaya.

Jujur, mengajar itu lelah...
Saat apa yang harus terjadi tak sesuai kata hati
Saat nilai yang tertera harus standar pemerintah dan orang tua
Kalau tidak, guru lah makhluk yang bersalah karena tak becus mendidik anak bangsa.
Satu oknum yang berbuat salah dianggap semua berpenyakit
Latar belakang pendidikan diungkit-ungkit.
Kadang miris mendengar berita, guru yang lemah terpenjara karena murid...

Kadang Corona ada hikmahnya
Saat semua orang tua dipaksa menjadi guru bagi anaknya
Banyak yang akhirnya sadar, bahwa menjadi guru tak semudah yang mereka kira.

Untuk semua guru yang telah tiada, yang sedang berjuang dan calon guru di masa depan
Berbahagialah....
Karena gurulah pemilik ilmu yang bermanfaat,
Karena gurulah sumber amal jariah yang tak putus-putusnya
Karena gurulah yg membantu mencetak anak2 Sholeh/Sholehah yang mendoakan orang tua nya. Yang nama nya selalu disebut dalam doa setelah orang tua
Berbahagialah...
Karena dengan semuanya kita menjadi lebih dekat dengan surga...

Selamat Hari Guru Nasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Gen Z dan Alpha (Tantangan Guru Masa Depan)

Veteran Generation 1925 – 1946  Baby Boom Generation 1946 – 1960  X Generation 1960 – 1980  Y Generation 1980 – 1995  Z Generation 1995 – 2010 Alfa Generation 2010 +  Bencsik dan Machova (2016):  Suhartono (2021: 38), generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010, sedangkan generasi alpha adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010.  Generasi Z adalah generasi dengan mobilitas digital yang cukup tinggi. Saat ini mereka hampir seluruhnya bergantung pada perangkat seluler. Bahkan, untuk pengerjaan tugas-tugas di sekolah, mereka cenderung memilih perangkat mobile (Fiandra, 2020: 56).  Baru sebagian pelajar Indonesia yang mendapatkan akses internet dan komputer sehingga definisi ini tak sepenuhnya relevan dengan kondisi bangsa ini. Ada kesenjangan digital antara mereka yang berada di wilayah dengan internet yang baik dengan mereka yang berada di wilayah yang tidak berinternet.  Di sisi lain kesenjangan juga terjadi dalam kepemilikan ...