Langsung ke konten utama

Sambut Pilkada dengan Ibadah (2)

Tapi Segalanya Butuh Uang

Masih dalam suasana menanti hari dimana hampir seluruh masyarakat akan menyampaikan citanya dalam sebuah bilik kecil.
Mode tukang dadakan

Tak sengaja membuka status salah satu teman yang berisikan narasi yang cukup menarik "Uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang".

Cukup menarik karena bisa saja kita korelasikan akan pesta demokrasi yang mungkin bagi sebagian orang dijadikan ajang kesempatan untuk mencari sedikit rezeki mulai dari berjualan diseputaran TPS sampai pada timsus membagi-bagikan uang yang tentu saja bagian dia sendiri sudah dilainkan, wkwkwk.

Kita sadari kondisi masyarakat pelosok yang dominan dibawah garis kemiskinan menjadi sebuah lahan subur terjadinya praktik politik uang atau money politik.

Mengutip penelitian KPU tentang pengaruh money politik terhadap daya pilih masyarakat di kabupaten Tabalong ditemukan sebanyak 28% pemilih mengambil uang karena sudah menjadi kebiasaan di masyarakat dan 87% didominasi oleh pemilih pemula atau pemuda.

Money politic dianggap juga oleh sebagian calon sebagai solusi tercepat raup suara karena disisi lain masyarakat menganggapnya hal biasa dan menjadi kebiasaan. Mungkin hal inilah salah satu faktor yang menjadikan cost politic di negeri Konoha begitu besar.

Bukanlah menjadi pembenaran jika melihat narasi di atas dengan realita yang ada, namun semua tergantung preferensi masing-masing.

Yang jelas, kita doakan saja.....
Apapun preferensi yang dipakai semoga tujuan mulia dari Pilkada dapat tercapai.

______________
Jika yang dimaksud segalanya butuh uang mungkin bisa sedikit kita luruskan, karena walaupun sifatnya liquid akan tetapi tidak semuanya bisa ditukar dengan deretan angka nominal.

Uang bukan segalanya tapi segalanya butuh BerkahNya.

Lets sing a song :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Hasil Perkerjaan Mahasiswa

Halaman ini menampilkan kumpulan hasil pekerjaan mahasiswa Mata Kuliah Pembelajaran Berbasis Teknologi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Quran Al-Ittifaqiah (UQI) sebagai wujud proses pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman konseptual, keterampilan praktis, serta kemampuan pemecahan masalah. Setiap karya yang ditampilkan merupakan luaran dari berbagai mata kuliah, proyek kolaboratif, maupun tugas akhir yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan mutakhir. Melalui publikasi ini, program studi berharap masyarakat, calon mahasiswa, alumni, dan mitra dapat melihat gambaran nyata capaian pembelajaran mahasiswa, kreativitas yang berkembang selama studi, serta kualitas pembimbingan akademik yang diberikan. Kami menyadari bahwa setiap karya masih dapat terus disempurnakan. Oleh karena itu, masukan dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang. Selamat menikmati ka...