Langsung ke konten utama

Menatap Masa Depan di Ruang Sidang Skripsi

Rasa bangga saat menyaksikan akhir dari sebuah proses akademik. Dibalik meja ini, saya melihat lembar demi lembar hasil kerja keras mahasiswa dipertahankan.

Namun, ketika menatap wajah-wajah mereka, terbesit satu pertanyaan, Setelah lulus, mau ke mana kalian? Mau jadi apa nanti?

Mungkin bagi sebagian orang, kegamangan ini agak berlebihan. Tapi sulit untuk menampik  kenyataan yang ada di luar dinding kampus. Hampir tiap hari, kita disuguhi tontonan runtuhnya integritas di berbagai lini. Korupsi terjadi di mana-mana, hukum tampak tebang pilih, dan ruang bagi kompetensi murni terasa makin menyempit oleh lingkaran nepotisme. Realitas di luar sana begitu kontras dengan nilai-nilai ideal yang kita ajarkan di ruang kelas.

Ada ketakutan dan khawatir yang nyata dalam benak, akankah sistem yang karut-marut di luar sana akan menelan bulat-bulat idealisme yang baru saja mereka bangun?.

Apakah keahlian yang mereka pertahankan dengan susah payah di depan penguji, pada akhirnya kalah oleh "orang dalam" atau tuntutan untuk berkompromi dengan kecurangan demi bertahan hidup?

Hhhmmm.... untuk cepat sadar, ini ruang sidang, tidak boleh menjadi tempat meratapi nasib bangsa tapi harus menjadi benteng pertahanan terakhir. 

Mahasiswa yang duduk di hari ini adalah calon-calon pemimpin, pembuat kebijakan, dan penggerak roda masyarakat di masa depan. Jika kita lepas dengan rasa pesimis, maka kita sedang menyerahkan masa depan pada kehancuran yang sama.

Tugas besar  bukan sekadar memeriksa metodologi atau salah ketik pada draf skripsi tapi memastikan bahwa saat mereka melangkah keluar dari ruangan ini, membawa bekal yang lebih berharga dari sekadar gelar yaitu integritas.

Kepada para mahasiswa yang bersiap menghadapi dunia nyata, bersiaplah berjalan menuju medan yang tidak mudah dan berliku . Namun, jangan biarkan kebobrokan sistem mendikte.

Jadilah agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton atau pengikut arus yang rusak. Gunakan ilmu dan integritas yang kalian pertahankan di ruang sidang ini untuk mendobrak kebiasaan-kebiasaan lama yang korup. Jadilah pembeda, bukan bagian dari masalah yang memperpanjang rantai kerusakan. 

Negara ini sedang krisis teladan dan harapan untuk perubahan itu kini ada di pundak kalian. 

Ma'an Najah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Togel dari Kacamata Probabilitas

Sudah tak asing lagi telinga ini mendengar percakapan orang-orang di sekaliling membahas judi angka (Togel), lama-lama aku jadi penasaran dan akhirnya memberanikan diri tuk bertanya cara atau aturan main serta berapa hadiah yang didapatkan. Tanpa ragu bahkan semangat 45 (heheh kin terlalu lebay kosakatanya) teman tadi panjang lebar menjelaskan. "Kita tinggal memasang 2, 3, atau 4 angka, jadi misalnyo keluar 2 angko, kito dapat hadiah duit Rp. 60.000,- dipotong pajak" masih juga belum jelas, akupun bertanya lagi, "pernah dak yang keluar tu angko dobel", lalu dijawabnya "biso bae, malah kadang angko minggu kemaren biso keluar lagi". Alhamdlh setelah mendengar jawaban tadi aku mulai sedikit banyak dapat data (deret angka 0 - 9, dicari kemungkinan muncul pasangan 2, 3 dan 4 angka dan boleh berulang. 2 angko dapat 60.000). Selama perjalan pulang, aku teringat dengan pelajaran waktu SMA dulu tentang bab peluang walau saat itu saya termasuk...

Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konsep Dasar #1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya bersifat tradisional kini beralih menuju model pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran berbasis teknologi, meliputi pengertian, landasan teoretis, karakteristik, bentuk implementasi, kelebihan, serta tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pendidik dan peserta didik mampu mengoptimalkan peran teknologi sebagai sarana pembelajaran di era digital. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan. Pembelajaran yang dulunya hanya berpusat pada ruang kelas kini dapat dilakukan secara daring dengan dukungan perangkat digital. Menurut UNESCO (2013), pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kre...

Hasil Perkerjaan Mahasiswa

Halaman ini menampilkan kumpulan hasil pekerjaan mahasiswa Mata Kuliah Pembelajaran Berbasis Teknologi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Quran Al-Ittifaqiah (UQI) sebagai wujud proses pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman konseptual, keterampilan praktis, serta kemampuan pemecahan masalah. Setiap karya yang ditampilkan merupakan luaran dari berbagai mata kuliah, proyek kolaboratif, maupun tugas akhir yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan mutakhir. Melalui publikasi ini, program studi berharap masyarakat, calon mahasiswa, alumni, dan mitra dapat melihat gambaran nyata capaian pembelajaran mahasiswa, kreativitas yang berkembang selama studi, serta kualitas pembimbingan akademik yang diberikan. Kami menyadari bahwa setiap karya masih dapat terus disempurnakan. Oleh karena itu, masukan dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang. Selamat menikmati ka...