Rasa bangga saat menyaksikan akhir dari sebuah proses akademik. Dibalik meja ini, saya melihat lembar demi lembar hasil kerja keras mahasiswa dipertahankan.
Namun, ketika menatap wajah-wajah mereka, terbesit satu pertanyaan, Setelah lulus, mau ke mana kalian? Mau jadi apa nanti?
Mungkin bagi sebagian orang, kegamangan ini agak berlebihan. Tapi sulit untuk menampik kenyataan yang ada di luar dinding kampus. Hampir tiap hari, kita disuguhi tontonan runtuhnya integritas di berbagai lini. Korupsi terjadi di mana-mana, hukum tampak tebang pilih, dan ruang bagi kompetensi murni terasa makin menyempit oleh lingkaran nepotisme. Realitas di luar sana begitu kontras dengan nilai-nilai ideal yang kita ajarkan di ruang kelas.
Ada ketakutan dan khawatir yang nyata dalam benak, akankah sistem yang karut-marut di luar sana akan menelan bulat-bulat idealisme yang baru saja mereka bangun?.
Apakah keahlian yang mereka pertahankan dengan susah payah di depan penguji, pada akhirnya kalah oleh "orang dalam" atau tuntutan untuk berkompromi dengan kecurangan demi bertahan hidup?
Hhhmmm.... untuk cepat sadar, ini ruang sidang, tidak boleh menjadi tempat meratapi nasib bangsa tapi harus menjadi benteng pertahanan terakhir.
Mahasiswa yang duduk di hari ini adalah calon-calon pemimpin, pembuat kebijakan, dan penggerak roda masyarakat di masa depan. Jika kita lepas dengan rasa pesimis, maka kita sedang menyerahkan masa depan pada kehancuran yang sama.
Tugas besar bukan sekadar memeriksa metodologi atau salah ketik pada draf skripsi tapi memastikan bahwa saat mereka melangkah keluar dari ruangan ini, membawa bekal yang lebih berharga dari sekadar gelar yaitu integritas.
Kepada para mahasiswa yang bersiap menghadapi dunia nyata, bersiaplah berjalan menuju medan yang tidak mudah dan berliku . Namun, jangan biarkan kebobrokan sistem mendikte.
Jadilah agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton atau pengikut arus yang rusak. Gunakan ilmu dan integritas yang kalian pertahankan di ruang sidang ini untuk mendobrak kebiasaan-kebiasaan lama yang korup. Jadilah pembeda, bukan bagian dari masalah yang memperpanjang rantai kerusakan.
Negara ini sedang krisis teladan dan harapan untuk perubahan itu kini ada di pundak kalian.
Ma'an Najah.

Komentar
Posting Komentar