Langsung ke konten utama

Postingan

Ngak ada ide nulis

Sedikit terkejut ketika melihat blog yang memang sudah cukup lama tidak dibuka, alhasil….. waw….. ternyata nyaris dua bulan tidak di update. Beragam pertanyaan dalam hati, mulai dari mengapa tidak di update sampai pada apa yang harus di rilis. Huhh….. walau pertanyaannya berjejer rapi tetapi satu yang pasti, jawabannya yaitu “ngak ada ide tuk nulis bung… J ”…. Setuju….., setuju kita bernyanyi bersama-sama…… (hehehe….. mengapa kayak bang Rhoma ya :D. Ternyata masalah “ngak ada ide” bukan hanya terjadi pada saya saja, buktinya saat browsing ada puluhan blog/wordpress yang mengulas case yang sama. Setelah buka tutup tab perambah internet, akhirnya….. terrenggg……. Solusinya ternyata simple. Yuk…. Kita bahas dan gambarkan melalui rangkaian aksara… Langkah pertama yang harus disiapkan yaitu secangkir kopi plus-plus (plus tembakau pilihan maksudnya J ). Langkah berikutnya adalah mulailah menyapa orang disekitar anda, bila perlu ajukan beberapa essay mulai dari hal ...

Benarkah Logika Tanpa Logistik Akhirnya Pasti Anarkis?

Istilah mirip-mirip di atas sepertinya lumrah kita dengar, entah sebagai ungkapan yang menggambarkan kekecewaaan karena tertolaknya anggaran atau ketika terjadi stagnan karena dipengaruhi kecemburuan social. Mari kita urut satu persatu   smile emotikon . Kalau menurut Wikipedia, logika berasal dari bahaya Yunani (Logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam Bahasa. Tapi biar lebih seru bisa kita modifikasi dikit deh  smile emotikon , logika adakah hasil pikiran yang digambarkan pada kata dan perbuatan. Terus gimana dengan logistik?, logistik bisa kita artikan dengan materi seperti dana, fasilitas, infrastruktur, dan lain sebagainya tidak terkecuali unsur-unsur immaterial lainnya. Terakhir anarkis, kalau kata ini sih pasti lancar dan fasih diucapkan oleh pejabat dan penegak hukum. Anarkis bisa kita artikan sebagai perbuatan tanpa dipimpin dan terpimpin yang berdampak negatif dan bersinggungan dengan norma serta ...

PENJUAL TEMPE DAN SANG SOSIALITA

CATATAN HATI SI PENJUAL TEMPE Gadis kecil ku merengek minta mainan ku gendong ia sambil senandungkan tembang Dia tetap merengek minta mainan ku cium berulang pipinya yang tembam Dia makin berontak, tetap minta mainan boneka kecil putih berbulu halus di tunjuk-tunjuk menyisakan pedih karena ku tak mampu berbuat banyak Dengan berat hati ku dekati sekedar ingin memuaskan hati Tapi sang penjual memasang muka masam Mengertilah aku manalah mungkin orang kumuh mampu membeli ku ajak anak ku menjauh, Kali ini dia menangis menarik-narik bakul tempe hingga terpental jauh Mata ku melotot, tak mampu tahan diri ku pukul pantatnya tanpa ampun anak ku terisak, matanya sembab menyisakan pedih yang lebih dalam dari penolakan si penjual boneka _______________ ___ SAJAK SANG SOSIALITA Gadis kecil ku berlarian di lorong-lorong mal baju merahnya melambai-lambai serasi sekali dengan kulit putih nya Aku awasi dia dari kejauhan gadis kecil ku menarik boneka-boneka y...

Itulah Mengapa Surga di Telapak Kakimu

Salah seorang teman perempuan yang masih lajang, bertanya pada Kyi di pondok kami, tentang betapa sulitnya dia menemukan pasangan hidup yang cocok dan sesuai dengan kriteria yang diidamkan. Sang Kyai menasehatinya untuk tidak banyak memilih dalam urusan jodoh. Jika merasa orang itu baik maka mantapkanlah niat mu, jangan terpengaruh dengan masalah fisik atau finansial. Si teman tadi beragumen bahwa dia ingin mencari laki-laki yang sholeh, yang lebih baik dari dia, yang bisa membimbingnya terutama dalam hal agama agar nanti anak keturunannya bisa jadi sholeh/sholehah. Kyai tersenyum sambil mengangguk-angguk lalu berujar “jangan salah yang menentukan seorang anak itu jadi baik atau tidak adalah ibunya bukan bapaknya. Memang ada andil si bapak tapi peranan ibu jauh lebih besar, percaya tidak? lontarya. Aku yang dari tadi terdiam mendengarkan jadi terusik “kenapa bisa begitu Kyai?, bukannya ada pepatah yang mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya dan itu ...

Lokak

Kata yang sangat akrab di telinga orang Sumsel, khususnya bagi pribuminya. Kata ini juga akan terasa dekat maknanya bagi semua orang yang telah bermigrasi ke wilayah ini dan lama berbaur dalam kehidupan penduduk asli Sumsel. "Ado lokak dak?”, kalimat ini sering terdengar dari orang-orang yang membutuhkan pekerjaan atau uang dengan beragam gaya pengucapan sesuai dengan bahasa ibunya masing-masing. Di lain kesempatan, sering juga terdengar dari seorang yang memiliki informasi atau memiliki peluang yang terungkap dalam kalimat “Nak lokak dak!”. Menurut Drs. Saudi Berlian, M.Si. salah seorang pemerhati budaya Sumsel, awalnya kata “lokak” berasal dari kata “Loka” yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti peluang. Dari kacamata sosiologi bahasa, bila kata ini lebih sering diungkapkan oleh orang yang berpunya atau paling tidak mempunyai informasi dengan ungkapan “Nak lokak dak?”, maka bermakna kepedulian terhadap orang yang membutuhkan. Pada saat yang sama hal...

Maknai petualangan sejati

Tak asing lagi di telinga ketika kita mendengar pepatah "hidup ibarat bertualang". Namun jangan hanya memaknai istilah ini secara Harfiah saja, petualangan bukan sebatas melakukan perjalanan fisik di dunia dan mencari pemandangan baru, tapi jauh lebih penting adalah suatu upaya mengumpulkan kepingan solusi ketika dihadapkan pada berbagai macam problema kehidupan. Well, tak perlu dikejar desiran angin sejuk Himal aya atau belaian hangat Sakura apalagi hanya sekedar cuci tangan di bawah Merlion dan bermandi bintang di langit eropa.  Semua keindahan itu bukan apa-apanya jika dibandingkan dengan gemerisik minyak jelantah, jerit si kecil ketika digoda dan suara alarm meteran listrik yang dengan lantang usik tidur siang kita. Karena petualangan sejati dan sebenarnya hanya ada di dalam keluarga. Pemenangnya tidak diukur dengan banyaknya tumpukan harta atau tingginya menara istana melainkan pada ketenangan jiwa, selalu berpikir optimis, bersikap positif, dan tid...

Mengapa Engkau Memilih Ku?

Pertanyaan yang tak sempat aku tanyakan pada suami sebelum menikah dulu. Aneh memang pertanyaan itu muncul setelah sekian lama usia pernikahan kami, tapi tak apalah jika tujuannya untuk semakin mengikat perasaan dan menguatkan mahabbah. Seperti biasa dia menjawab dengan bercanda "Karena dari sekian banyak perempuan yang ku ajak nikah, hanya kamu yang bersedia" diiringi dengan tawa lepasnya. Aku cemberut, tentu saja bukan jawaban seperti itu yang aku harapkan. Dia memegang tanganku dan tersenyum "Sudah berapa tahun kita menikah Ummi?" "Hampir 7 tahun" jawab ku cepat. "Apa alasan Ummi menanyakan itu setelah sekian lama kita menikah?" tanyanya lagi "Ummi hanya ingin tau, agar Ummi bisa terus berusaha dan istiqomah untuk menjadi seperti yang Abi harapkan ketika Abi memutuskan untuk memilih Ummi dulu" ucap ku sedikit tercekat. "Bisakah Abi jawab begini, karena Abi berharap memiliki istri yang bisa selalu menginga...