Langsung ke konten utama

Postingan

Kewirausahaan (Part I)

Industri kreatif merupakan salah satu usaha dari tujuh bidang usaha yang mampu bertahan terhadap berbagai tantangan era sekarang Revolusi 4.0 yang ditandai oleh ketergantungan otomasi dan kecerdasan buatan   Artificial Intelligence (AI)  membentuk pola kehidupan tersendiri dan akan menjadi boomerang bagi low skill worker generasi muda. Contoh sederhananya perlahan namun pasti, pasar konvensional akan terdegrasi oleh market-market online yang memanjakan para konsumen. Keadaan ini diperparah oleh saat ini Indonesia berada pada fase demography dimana kebanyakan pendudukan berada pada usia kerja sehingga persaingan menjadi sangatlah berat. Disini peran dunia akademisi khususnya perguruan tinggi harus menciptakan atmorfer yang mendorong sikap mandiri bagi semua civitas akademika melalui berbagai inovasi dan motivasi dalam kurikulum yang mengedepankan kreatifitas serta mindset out of the box. Lulusan perguruan tinggi pendidikan Islam dalam hal ini seorang tenaga pendidik haru...

Self Reflection

Ada beberapa guru yang hadirnya membekas di hati  Ada yang biasa saja, berlalu tanpa kesan. Ada juga yang petuah nya selalu membayangi langkah Namun tak sedikit pula yang menorehkan luka... Guru hanyalah manusia biasa Yang kadang khilaf, salah, lupa.... Apalagi guru honorer nun di pelosok sana Yang keberadaan nya terlihat begitu penting tapi termarjinalkan. Masalah ekonomi, keluarga, kadang terbawa hingga sekolah. Beberapa orang mencibir saat  memutuskan mengambil FKIP kala kuliah, bahkan terlihat tatapan kecewa guru- guru SMA untuk mereka yang diterima kuliah keguruan Entah apa yang ada di benaknya mungkin berharap anak didiknya bisa menjadi "lebih" dari mereka. Menjadi guru bukan impian siapapun sepertinya Makanya  guru adalah pilihan cadangan saat tes masuk kuliah. Karena di republik ini, guru adalah profesi biasa, yang tak menjanjikan jadi kaya. Jujur, mengajar itu lelah... Saat apa yang harus terjadi tak sesuai kata hati Saat nilai yang tertera harus standar pemerint...

Pesan Tuhan Dalam Foto Kenangan

Ada yang bilang, untuk apa kamu banyak tulis sedangkan belum tentu satu atau dua orang yang baca?, hehehe pertanyaan klasik dan terpaksa dijawab dengan jawaban klasik pula. Ok, kita mulai dari huruf A saja sesuai dengan alphabet …. Oooppsss…. Kita mulai dari Basmalah biar berkah. Untuk apa menulis toh ngak ada yang baca, dan kalaupun ada terus apa pengaruhnya? Iya memang benar, kalau kita lihat dari sisi itu tetapi menulis adalah sebuah seni yang tercantum didalamnya banyak segmen. Saat ingin memulai menulis tentu kita akan sempat terhenyu, bingung bahkan linglung mau tulis apa. Ya itulah seninya. Ketika mulai satu bait, keadaan yang sama pasti menghampiri. Ya itulah seninya, sama seperti Deidara yang mengganggap ledakan adalah seni yang indah. Sementara kebanyakan orang menjudge negatif. Jadi intinya untuk apa menulis, jawab saja bukan untuk apa-apa. Contohnya hari ini tak sengaja membuka album foto lama, hhhmmmm…. Album virtual di dalam google drive J . Tiap momen yan...

Be a Wise Parent

Hari itu, Saya mendapat kunjungan beberapa orang wali murid yang memang sengaja diundang terkait ujaran kebencian oleh salah seorang anak mereka pada salah satu guru kami di sosial media. Berawal dari Si guru yang memberi remedial berbentuk tugas kepada beberapa murid karena mendapat nilai yang kecil di bawah KKM. Si anak yang sepertinya tidak terima dengan tugas remidi yang banyak, menumpahkan kekesalannya pada kawan2 di grup WhatsApp nya dengan kata2 yang sangat tidak layak ditujukan kepada guru. Qodarullah, chat itu discreenshoot oleh salah seorang temannya di grup dan dijadikan status atau snap, dari sanalah kemudian terbaca oleh si guru. Yang ingin saya soroti, bukan tentang si anak. Justru tanggapan orang tua terhadap perilaku anak2 nya tersebut. Dengan senyum ringan tanpa beban seorang wali murid berujar " Masih anak2 Bu, mohon dimaklumi...gak usah diambil hati, lupakan saja, jangan dendam " Cukup kaget saya mendengarnya, tidak menyangka kalau tanggapan nya seperti it...

Mengenang Mu

Masih ada bayang mu di sudut-sudut rumah yang kau pahat Di wajah mungil putra kami Yang begitu mirip dirimu Di relung hati terdalam kami Ketika mendengar canda tawa mu Bapak... Walau baru 12 tahun aku mengenal mu, tapi rasanya begitu sedih saat harus berpisah dengan mu Terima kasih untuk cinta yang kau curahkan Untuk tetes keringat yang kau cucurkan Untuk perhatian dan canda yang kau ruahkan Maafkan kami, anak-anak mu yang belum maksimal membalas semua kebaikan mu... Allahumma firlaghu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.... Beristirahatlah dengan tenang Bapak.... Kami akan selalu mengenang dan mendoakan mu... With Love FN Fam

Dari Jendela SMP Ku...

Baiklah saya juga akan menjawab tantangan tantangan siapa ya? Maaf saya tidak memposting foto tapi tulisan saja. .. Dari Jendela SMP Ku... Pagi itu langit mendung, tapi tak menyurutkan langkah ku untuk pergi ke sekolah, beberapa anak berseragam putih biru tegak bergerombol di depan gapura desa, Dengan tujuan sama. Menunggu angkutan umum. Kuhampiri beberapa teman ku yang duluan berdiri disana. Kami larut dalam obrolan yang itu2 saja tapi anehnya tak ada kebosanan. Beberapa angkutan mulai lewat, tapi sudah penuh sesak oleh anak2 sekolah dari desa sebelumnya. Kami putuskan untuk menunggu angkutan lain. Angkutan kedua, tiga dan seterusnya masih juga tampak penuh ditambah hari mulai beranjak siang, saingan bukan hanya dari sesama pelajar tapi juga ibu2 yang akan berangkat ke pasar. Wajah kami mulai cemas, takut terlambat. Terbayang wajah kepala sekolah kami yang tidak bersahabat melihat murid2 nya datang terlambat. Syukurlah akhirnya ada sebuah mobil angkutan yang datang terseok- seok dari...

17 Juni 2009

Hari ini sebelas tahun yang lalu, rasanya masih terbayang berat dan letih nya perjuangan ummi demi melihat mu terlahir ke dunia nak... Semua sirna, saat tangis mu memecah di kesunyian malam. Mengalunkan irama syahdu mengiringi lengkap nya cerita hidup kami. Putri sulung ummi...yang mungkin jika bisa memilih, kau akan memilih lahir dari rahim ibu lain, karena ummi bukan ibu yang sempurna... Engkau, uji coba kami orang tua mu. Yang tak punya cukup bekal untuk menjadi orang tua yang baik dulu. Betapa banyak kesalahan ummi pada mu nak... Tapi yakinlah...walau kami mungkin bukan yang terbaik , tapi hadirmu lah yang melengkapi hidup kami hingga jadi hidup yang terbaik . Maaf kan ummi, jika belum bisa menjadi ibu yang sempurna untuk mu dan adik2... Walau tak terucap, yakinlah ummi bangga dan bahagia memiliki putri seperti mu.... Do'a terbaik untuk mu hariini dan nanti, tetaplah menjadi anak yang berbakti. Untuk agama, orang tua dan negara mu. Adzkia Syifa Ainun Najah