Waktu berlari tanpa kompromi, meninggalkan jejak yang tak selalu kasat, namun terasa di relung hati. Enam tahun mungkin terdengar singkat, tetapi cukup panjang untuk menakar sejauh mana langkah kita bergerak. Apakah perjalanan itu semakin mendekatkan diri pada Sang Khalik, atau justru menjauh tanpa sadar? Fisik boleh berubah dan menua, materi bisa saja bertambah, pencapaian duniawi mungkin berlipat menggunung. Namun, sudahkah pengabdian kita kepadaNya semakin tulus, kebaikan semakin meluas, dan amal semakin ikhlas? Ataukah sebaliknya, kebiasaan baik yang dulu kita rawat perlahan memudar, tertimbun oleh kesibukan dan ambisi fana ketenaran? Enam tahun kemudian bukan sekadar catatan waktu, melainkan cermin yang mengajak kita menilai dengan jujur: bukan apa yang tampak di luar, melainkan apa yang sungguh tersisa sebagai bekal pulang. Enam tahun adalah pengingat, bahwa hidup bukan hanya menambah angka usia atau menumpuk prestasi dunia. Ia adalah kesempatan untuk memperdalam pengabdian, memp...
Hadapi dengan indah...